08 Mar 2017

UGM Sabet Dua Penghargaan di MTQ Tingkat ASEAN

Tiga pemenang lomba 1st ASEAN Islamic Dentistry Festival 2017 yang digelar pada 23-25 Februari 2017 di Universitas Islam Sultan Agung. Komunika Online/ugm.ac.id

Tiga pemenang lomba 1st ASEAN Islamic Dentistry Festival 2017 yang digelar pada 23-25 Februari 2017 di Universitas Islam Sultan Agung. Komunika Online/ugm.ac.id

KOMUNIKA, Jakarta - Mahasiswa Unversias Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil meraih gelar juara dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat ASEAN. Adalah Nover Sri Wahyuni dan Wenithoya Diantari, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM itu berhasil mendapatkan juara kedua dan ketiga dalam ajang 1st ASEAN Islamic Dentistry Festival 2017 pada akhir Februari lalu di Universitas Islam Sultan Agung.

Lomba MTQ tersebut diikuti 11 peserta dari delapan perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Diantaranya USIM Malaysia, UGM, Universitas Jendral Sudirman, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Baiturrahman, dan Universitas Hasanuddin. Menurut Wenithoya, setiap peserta berlomba membaca Al-Qur’an dengan bacaan mujawwad dan murottal, yaitu bacaan Al-Qur’an yang mengandung nilai ilmu membaca, seni baca, dan adab membaca menurut pedoman yang telah ditentukan.

“Setiap peserta diberikan waktu tampil enam hingga tujuh menit. Setiap peserta bebas memilih surah yang akan dibawakan dalam lomba tersebut. Saat itu, saya membaca surah Ali Imran ayat 102-106, sedangkan Nover membaca surah Al Anfal ayat 1-6,” ujar Wenithoya.

Meskipun pernah mengikuti lomba serupa, Wenithoya masih saja merasa gugup saat perlombaan. Terlebih berhadapan dengan peserta lain yang memiliki kualitas membaca Al Qur’an yang bagus. “Grogi, soalnya sudah lama tidak ikut lomba MTQ. Butuh waktu agar nafas tetap stabil di hadapan juri dan audiens,” ungkapnya.

Wenithoya tidak menyangka bahwa ia dan Nover akan mendapatkan juara dalam lomba tersebut. Pasalnya, nereka hanya melakukan latihan dalam waktu relatif singkat. “Latihan kami lakukan di kos-kosan, tetapi juga tidak bisa maksimal karena takut mengganggu tetangga sekitar. Baru saat perjalanan ke Semarang latihan lagi di dalam mobil,” katanya. Mereka berharap kedepan dapat menyumbangkan lebih banyak lagi prestasi dalam kejuaraan lainnya.

Rendy Hendika | ugm.ac.id

Peristiwa