14 Mar 2017

Muhtadin, Mengajari Ichiro jadi Pemain Bola Dunia

Muhtadin, tim Ihiro ITS

Muhtadin, tim Ihiro ITS

KOMUNIKA, Jakarta - Seonggok radio rusak menjadi benda bersejarah bagi Muhtadin. Ia – yang saat itu duduk di bangku SMP, mencoba menghidupkan kembali benda elektronik tersebut. “Berhasil. Radio itu berfungsi kembali,” ujarnya.



Beres dengan radio, ia mencari mainan baru. Ia membuat sirene. Dua benda itu menjadi awal Muhtadin menggemari mainan yang lebih rumit – robot.



Pada 2003, saat kuliah di jurusan teknik elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ia ikut dalam tim pertama ITS dalam lomba robot. Hingga akhirnya, ia menjadi dosen di almamaternya, Muhtadin membimbing tim robot Ichiro ITS. Ichiro adalah robot humanoid ITS yang dirancang antara lain untuk bermain sepak bola.



Bulan Desember lalu, ia berhasil menghantar tim Ichiro meraih kemenangan pada ajang Federation of International Robot-Soccer Association Humanoid Robot Cup (FIRA Hurocup) 2016 di Beijing, Cina.  



Muhtadin bersama tim ITS menyiapkan lomba tersebut sebaik-baiknya. “Kami kerap menginap di kampus sejak satu bulan sebelum lomba,” ujarnya.



Ia mengatakan tim akan terus melakukan pengembangan pada Ichiro. “Kami di komunitas robot dunia menargetkan bahwa robot bisa bertanding melawan manusia dalam permainan sepak bola pada 2050,” ujarnya dengan logat Jawa yang kental. Berikut petikan perbincangan dengan Muhtadin:



# ITS baru pertama kali ikut ajang FIRA Hurocup dan menang?



Iya benar, ITS memenangi banyak lomba pada event FIRA Hurocup ke-21 di Cina. Ini adalah event tahunan lomba robot tingkat dunia. ITS memang baru mengikuti event ini pertama kali pada 2016, namun tim Ichiro ITS berhasil memenangi banyak perlombaan dengan mendapatkan total 10 piala.



# Apa kunci kemenangan ITS dalam lomba ini?



Kunci kemenangan kami adalah semangat pantang menyerah seluruh anggota tim. Dengan demikian, kesulitan apapun yang dihadapi saat lomba bisa diselesaikan satu persatu. Kunci yang lain adalah adaptasi. Ketika tim lain tidak mampu menyelesaikan lomba karena suatu permasalahan, tim ITS mampu menyelesaikannya. Robot kami mampu beradaptasi dan kami telah menyediakan banyak alternatif sehingga kami mampu menghadapi perubahan dan permasalahan.



# Bisa diceritakan keunggulan tiap anggota tim dalam ajang ini?



Anggota Tim kami memiliki keunggulan berupa kemampuan yang bagus dan spesifik. Kami memiliki background kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang sangat menguasai elektrik, ada yang sangat menguasai mekanik robot, ada yang menguasai programming dan vision robot. Nah, ketika semua kemampuan spesifik tersebut digabungkan ke dalam robot, maka hasilnya adalah robot yang bagus dari sisi mekanik, elektrik, dan programming.



# Siapa lawan terberat?



Lawan terberat adalah tim robot dari Taiwan.



# Mengapa Taiwan?



Alasan pertama karena mereka sudah berulang kali ikut lomba tersebut. Alasan kedua adalah robot mereka yang bagus, yang sudah dipersiapkan untuk mengikuti berbagai macam lomba. Terlihat dari hasil akhir, tim Taiwan tersebut kalah dengan tim ITS, namun berdasarkan individu robot, mereka mendapatkan juara 1, sementara robot ITS mendapatkan juara 2 dan 3.



# Bidang Robotik sepertinya sedang naik daun. Bisa ceritakan tentang fenomena ini?



Memang saat ini bidang robotik sedang booming karena didukung oleh perangkat dan modul-modul elektronik yang semakin murah. Dengan demikian, maka semakin banyak orang dapat mengembangkan robot dengan mudah, mulai robot sederhana hingga robot yang memiliki kinerja yang kompleks. Hal ini juga ditunjang oleh semakin banyaknya tutorial-tutorial online tentang robotik yang dapat ditemukan dengan mudah di Internet.



# Bagaimana dengan Indonesia?



Di dunia, saat ini semakin banyak robot dibuat untuk membantu tugas-tugas manusia pada bidang industri, kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh adalah mobil otonom. Walaupun wujudnya berupa mobil, namun sejatinya itu adalah mesin atau robot yang dapat berpikir dan mengambil keputusan untuk membantu kegiatan manusia sehari-hari.



Di Indonesia, saat ini DIKTI semakin banyak menyelenggarakan perlombaan robot. Tujuannya, untuk memacu dunia akademik dalam mengembangkan, mendesain, dan mengimplementasikan robot dalam berbagai bidang  terutama yang menunjang kemajuan bangsa agar dapat bersaing dengan bangsa lain.



# Bagaimana universitas berperan dalam perkembangan robot di tanah air?



Perguruan tinggi harus memiliki peran yang lebih besar dalam pengembangan robotik di Indonesia. Saat ini, telah banyak perguruan tinggi yang ikut berperan dalam pengembangan robotik di Indonesia, namun sayangnya hasil-hasil dari pengembangan robotik belum dipergunakan secara luas oleh industri maupun oleh masyarakat secara umum.



# Bisa ceritakan prospek sains robotik di masa depan?



Prospek sains robotik sangat besar.  Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Google, Amazon, Facebook telah melakukan berbagai riset dalam bidang robotik untuk mengantisipasi kemajuan bidang ini di masa depan.



Sebagai contoh, google sudah menyiapkan teknologi mobil otonom yang sudah diuji di jalan raya. Jika regulasi sudah siap, maka mobil-mobil tersebut akan diproduksi masa. Nantinya, banyak orang yang akan tertarik menggunakan mobil otonom tersebut karena lebih hemat, lebih aman dan lebih nyaman.



Amazon juga sudah menyiapkan robot drone yang akan mengirimkan barang dari gudang amazon ke pembeli untuk pembelian secara online. Pengiriman barang akan menjadi sangat cepat. Teknologi ini disiapkan untuk mengantisipasi prospek semakin banyaknya transaksi online. Dengan menggunakan robot, harapannya akan semakin banyak barang yang dapat dikirimkan dalam waktu yang singkat.



Sementara Facebook juga sudah mengembangkan robot berupa pesawat bertenaga matahari untuk mengantisipasi semakin banyaknya keperluan manusia terhadap ketersediaan internet.  Dengan robot pesawat tersebut, maka nantinya di langit akan ada pesawat yang mampu terbang berbulan-bulan yang akan menyediakan jalur data internet.



# Di Indonesia, untuk penggunaan apa sebaiknya sains robotik difokuskan?



Ada banyak bidang di mana robotik dapat berperan dalam kemajuan bangsa. Namun, menurut saya bidang pertanian, kelautan, dan transportasi seharusnya menjadi fokus bidang robotika. Kita sangat memerlukan robot-robot dan mesin sederhana yang dapat membantu petani dalam mengolah lahan pertanian. Di bidang kelautan, kita sangat memerlukan robot-robot yang mampu membantu dinas kelautan dalam memerangi illegal fishing. Dalam bidang Industri, kita saat ini sangat memerlukan implementasi bidang robotik dalam mendukung kendaraan transportasi masal, pengawasan lalu lintas secara otomatis, dan lain sebagainya.



# ITS sendiri, apa tujuan atau target pengembangan robotik itu dilakukan?



ITS telah aktif dalam pengembangan robotika sejak lama. Pada awalnya robotik dikembangkan secara aktif untuk mengikuti lomba-lomba, namun seiring dengan berjalannya waktu, teknologi robotika di ITS mulai diimplementasikan pada bidang-bidang lain, misalnya biomedik, transportasi, kelautan.



# Bagaimana langkah-langkah untuk pengembangan tersebut?



ITS secara aktif mendukung kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan robotic. Dengan adanya dukungan secara kelembagaan, maka ITS memberikan fasilitas berupa pembiayaan pengembangan robot baik untuk lomba maupun untuk keperluan lain. Pada bidang lomba robot, ITS akan memberikan support untuk mendapatkan sponsor kepada tim-tim yang akan berlomba. Jika output dari riset robot tersebut telah siap, maka ITS akan membantu dalam memasarkan atau mencarikan pengguna dari produk tersebut melalui lembaga-lembaga yang menangani kerjasama antara ITS dengan pihak luar.



# Sejauh mana robotika dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran kuliah?



Robotika telah dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran di ITS, terutama pada bidang Teknik Elektro, Teknik Komputer, Teknik Mesin dan Informatika. ITS juga telah menerapkan aturan bahwa pemenang lomba robot dapat diakui untuk memperoleh nilai Satuan Kegiatan Ekstrakurikuler Mahasiswa (SKEM). Untuk lulus dari ITS, mahasiswa diharuskan memenuhi target SKS dan SKEM. Dengan adanya SKEM ini maka ada timbal balik antara ITS dan mahasiswa, mahasiswa akan mengharumkan nama ITS, sebaliknya ITS menilai prestasi tersebut melalui SKEM.



# Apa saja robot yang tengah dikembangkan ITS?



Saat ini kami mengembangkan beberapa robot, misalnya robot drone untuk pemetaan, robot untuk mengawasi pasien dan manula saat menjalani perawatan medis, penerapan teknologi robot untuk persenjataan, serta modul-modul robot untuk pendidikan. Kami juga berencana untuk mengembangkan sekolah robot untuk siswa-siswa sekolah dasar dan sekolah menengah.



#Apakah sudah ada kerja sama dengan industri untuk pengembangan robot ciptaan ITS?



ITS sudah menjalin beberapa kerjasama dengan industri dalam bidang robotic. Robot drone milik kami, pernah kami gunakan untuk pemetaan peruntukan lahan di kalimantan. Baru-baru ini ITS juga menjalin kerja sama untuk kegiatan perbaikan robot yang digunakan dalam pengeboran minyak.



# Anda menjadi Pembina untuk robot soccer.  Apakah Anda penggemar sepak bola?



Saya bukan penggemar sepak bola, namun jika ada even sepakbola seperti Word Cup, Final Liga Champion, UEFA Champion biasanya saya  ikut menonton juga.



 



IKA CHANDRA W.

Peristiwa