15 Mar 2017

UMM Kembangkan Smart Village di Jawa Timur

UMM Smart Village

UMM Smart Village

KOMUNIKA, Jakarta - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi inisiator dalam mewujudkan smart village yang akan diterapkan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Pengembangan desa pintar tersebut akan dilakukan melalui kerjasama dengan organisasi jaringan pemuda internasional Head, Heart, Hands, and Health (4H) Indonesia.



Awal Maret lalu, telah ditandatangi nota kesepahaman (MoU) antara UMM dan 4H Indonesia. Kerjasama yang dilakukan yaitu membangun sinergi dalam kegiatan pengembangan pemuda, ketahanan pangan dan pedesaan di Jawa Timur.



Presiden 4H Indonesia Prof. Laode Masihu Kamaluddin mengatakan tujuan pembangunan smart village untuk mensejahterakan masyarakat desa. Target yang paling sederhana adalah setiap kepala keluarga di satu desa memiliki penghasilan Rp 6,6 juta per bulan. “Dalam satu desa nantinya akan memiliki 4 sumber penghasil uang seperti sawah, peternakan sapi, green house dan desa wisata,” ujar Laode.



Desa akan dibuat mandiri dengan cara memaksimalkan seluruh fasilitas yang semuanya dibuat oleh masyarakat. Salah satunya menjadikan sebagai desa wisata bakal menaikkan penghasilan warga. “Selain itu, investor maupun pengusaha dapat tertarik datang ke desa untuk menanamkan modal,” ujar Laode yang merupakan Rektor Universitas Lakidende (Unilaki) itu. Dengan ekonomi yang mandiri, masyarakat desa dapat dengan sendirinya membangun desa.  Menurut Laode, jika setiap desa menerapkan sistem smart city itu, maka paling tidak uang akan berputar di dalam desa sebesar Rp 23,8 Miliar per tahun.



Rektor UMM Fauzan menyatakan, UMM mendukung program tersebut lewat kebijakan pengembangan program kemahasiswaan yang mencintai desa dan mengembangkan pedesaan. Selain itu, UMM akan mendukung sarananya, baik pengetahuan maupun teknologi di bidang pertanian, serta pengembangan tanaman pangan. “UMM akan mendorong mahasiswa untuk mengabdi pada masyarakat khususnya di desa dan di bidang pertanian,” ungkap Fauzan.



Program smart village ini mendapat dukungan dari Direktorat Peningkatan Saran dan Prasarana Kementerian Desa RI. Di belahan dunia, gagasan smart village sudah diterapkan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Thailand dan beberapa negara di Eropa.  Perguran Tinggi (PT) secara aktif dilibatkan dalam mewujudkan smart village tersebut.



 



 



 



IKA CHANDRA W. | umm.ac.id

Peristiwa