22 Mar 2017

Pelajar Indonesia Dominasi SEM Asia 2017

Mobil hemat energi, Kalabia Evo 5 karya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari tim Sadewa yang unggul dalam ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia di Manila, Filipina, 3-6 Maret 2016. Foto: Univeristas Indonesia

Mobil hemat energi, Kalabia Evo 5 karya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari tim Sadewa yang unggul dalam ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia di Manila, Filipina, 3-6 Maret 2016. Foto: Univeristas Indonesia

KOMUNIKA, Jakarta - Pelajar Indonesia kembali berhasil mengukir prestasi pada ajang kompetisi Shell Eco Marathon Asia (SEM) 2017. Dalam ajang yang berlangsung di Changi Exhibition Center, Singapura pada 16-19 Maret tersebut, tim Sadewa dari Universitas Indonesia berhasil meraih Juara Pertama kategori Urban Concept Gasoline. Sadewa berhasil unggul dengan catatan 375 kilometer per liter menggunakan kendaraan berbahan bakar bensin.

Urutan kedua ditempati Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Team 2 dengan capaian waktu 336 kilometer per liter, dilanjutkan Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta dengan 221 kilometer per liter. Uturan keempat ditempati Bengawan Team 2 dari UNS Surakarta dengan capaian 213 kilometer perliter, sementara itu Cikal Ethanol dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urutan kelima dengan catatan 198 kilometer per liter.

SEM merupakan kompetisi yang digelar oleh perusahaan energy, Shell yang mengundang mahasiswa dari berbagai negara untuk berkompetisi dalam mendesain, membangun, dan mengendarai kendaraan hemat energi. Ini merupakan kali pertama SEM Asia digelar di Singapura, sebelumnya ajang ini digelar di Malaysia (2010 dan 2013) dan Filipina (2014 -2016).

Tahun ini lebih dai 120 tim mahasiswa dari kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah ikut ambil bagian dalam ajang ini. Dari Indonesia, terdapat 26 tim mahasiswa Indonesia dari 19 perguruan tinggi di delapan provinsi yang mewakili Indonesia dalam SEM Asia 2017. Sistem penilain lomba ditentukan oleh seberapa jauh mobil-mobil tersebut dapat menempuh jarak dengan satu liter bensin.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, SEM Asia 2017 hanya melombakan tiga kelas energy yaitu Mesin Pembakaran Internal (ICE), Baterai Listrik, dan Hidrogen. Sementara pada tahun-tahun sebelumnya kategori kompetisi didasarkan sumber energi yang digunakan untuk menggerakkan mobil, yaitu bensin, solar, etanol, gas natural, baterai listrik, dan hidrogen.

Rendy Hendika | ui.ac.id

Peristiwa