09 May 2017

UT Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan

UT wawasan kebangsaan

UT wawasan kebangsaan

KOMUNIKA, Jakarta -- Universitas Terbuka (UT) mengadakan kegiatan Seminar Wisuda dengan tema "UT Memperkokoh Wawasan Kebangsaan" pada Senin, 8 Mei 2017 di UT Convention Center (UTCC). Acara ini merupakan salah satu upaya UT dalam membentuk wawasan kebangsaan. Dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang berbeda baik suku, agama, bahasa daerah, memungkinkan UT berperan maksimal dalam pengembangan nilai-nilai kebangsaan.



Pembicara utama dalam seminar ini yaitu Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian yang mengangkat materi "Tantangan Kebhinekaan dalam Era Demokrasi dan Globalisasi". 



Kapolri yang diwakili oleh Koordinator Staf Ahli Kapolri Irjen Polisi Iza Fadri mengatakan keberagaman Indonesia bisa berpotensi menjadi pemicu konflik karena perbedaan kepentingan.



Menurutnya, ada faktor eksternal dan internal yang bisa mempengaruhi keutuhan keberagaman negara. Faktor internal antara lain ekonomi, sosial, dan politik. Sedangkan faktor eksternal adalah situasi politik internasional.



Faktor  lain adalah globalisasi yang memungkinkan informasi bebas lalu lalang. Tak jarang di antaranya adalah informasi yang tidak benar yang menimbulkan perpecahan.  Ia mengakui, ada hal positif yang dihasilkan globalisasi yaitu menguatnya peran rakyat. Namun efek negatifnya adalah menimbulkan primordialisme, kebebasan yang kebablasan, demokrasi dimanipulasi, dan disintegrasi bangsa.



"Itu semua berpotensi menggerus keberagaman kita," ujarnya.



Untuk mencegah potensi perpecahan yang perlu dilakukan adalah menetralisir faktor-faktor tersebut dengan memperkecil perbedaan kepentingan dan memperbesar kepentingan bersama.



Mahasiswa, menurut Iza, memiliki peran dalam menjaga kebhinekaan Indonesia yaitu menjadi generasi yang patuh hukum, agent of change, dan generasi pembelajar.



Dengan mengikuti seminar ini diharapkan pemahaman mahasiswa terhadap keberagaman meningkat sehingga nilai-nilai kebangsaan dapat terealisasi dalam kehidupan sehari-hari.



 



 



Ika Chandra W.

Peristiwa